Showing posts with label MATERI KELAS 4. Show all posts
Showing posts with label MATERI KELAS 4. Show all posts

Tuesday, 26 March 2013

Globalisasi, Apa ya?


Pada zaman dahulu seseorang di tempat yang berbeda jika ingin berkomunikasimasih menggunakan alat komunikasi sangt sederhana, misalnya kentongan atau surat pos. Namun saat ini kita dapat berhubungan dengan orang yang berada di luar negeri sekalipun dengan sangat mudah, kita dapat menghubungi mereka menggunakan email, SMS, telepon, dan sebagainya. Inilah salah satu dampak dari globalisasi.

Apakah yang dimaksud dengan globalisasi?
Globalisasi dapat diartikan suatu proses mendunia atau menuju satu dunia.

Apakah dampakpositif dariglobalisasi?
Peristiwa  yang terjadi di dunia dapat kita saksikan secara langsung tanpa  harus  mendatanginya.  Kita dapat berkomunikasi dengan sanak-saudara atau sahabat di negeri yang jauh  melalui alat telekomunikasi. Kita juga dapat menempuh perjalanan jauh hanya beberapa  jam dengan pesawat. Apa yang kita butuhkan dapat dengan mudah kita temui di toko- toko atau supermarket.

Perubahan sosial akibat globalisasi dapat kita saksikan saat ini meliputi beberapa jenis.
1. Makanan
Ditandai dengan berbagai jenis makanan instan. Instan artinya cepat saji. Masyarakat dapat menikmati tanpa harus susah payah membuat dan memasaknya.Tapi bahayanya  adalah zat kimia yang ada di dalamnya, seperti zat pengawet, pewarna, dan perasa.
2. Pakaian
Masyarakat di negara berkembang biasanya suka meniru perkembangan model dari negaramaju, sehingga mendorong industri pakaian berkembang pesat.
3. Perilaku
Berupa pudarnya budaya gotong royong. Hal ini sangat mencolok pada masyarakat di perkotaan. Mereka sibuk dengan urusannya sendiri-sendiri.
4. Gaya hidup
Gencarnya iklan memengaruhi keinginan masyarakat untuk memiliki suatu barang  mutakhir. Orang berlomba-lomba memiliki barang baru guna meningkatkan gengsi.

Adapun dampak negatif adanya globalisasi, antara lain:
1. Orang menjadi sangat individualis
Individualis artinya mementingkan diri sendiri.
2. Masuknya budaya asing yang tidak sesuai dengan budaya bangsa
Misalnya dalam pola berpakaian dan pergaulan. Di mana dalam berpakaian dan bergaul,  terutama pada remaja banyak yang meniru gaya berpakaian dan bergaul orang-orang Barat, seperti memakai anting-anting bagi laki-laki dan lain-lain.
3. Budaya konsumtif
Konsumtif berarti kebiasaan senang menghamburkan uangnya untuk kepentingan yang kurang bermanfaat.
4. Sarana hiburan yang melalaikan dan membuat malas.
Misalnya playstation. Dengan adanya playstation, banyak anak melupakan waktu untuk belajar, membantu orang tua, dan beristirahat.
5. Budaya permisif
Permisif artinya menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan dengan sarana canggih. Misalnya: menipu dengan informasi lewat HP. Seperti “Selamat anda  mendapat sebuah mobil Sedan. Untuk pencairan silakan transfer uang  sebanyak  25 juta ke nomer rekening 09995678 di bank Plecit atas nama Koplo.”
6. Menurunnya ikatan rohani
Pada era globalisasi orang banyak yang meninggalkan ibadah dengan alasan sibuk. Orang juga banyak meninggalkan ajaran agama. Mereka hanya mementingkan duniawi  saja.

Bagaimanakah cara menanggulangi pengaruh negatif dari globalisasi?
1.Lingkungan Sekolah
Di sekolah perlu ditekankan pelajaran budi pekerti serta pengetahuan tentang globalisasi. Dengan demikian siswa tidak terjerumus dalam perilaku negatif akibat globalisasi seperti kenakalan remaja atau tawuran antarpelajar. Untuk itu, peranan orang tua, guru, serta siswa sangat diperlukan. Peran serta tersebut dapat diwujudkan dalam kerja sama dan komunikasi yang baik. Misalnya guru dan orang tua selalu mengawasi dan membimbing siswa. Siswa juga harus mematuhi perintah orang tua dan guru. Selain itu, siswa juga harus menerapkan peraturan sekolah dengan disiplin. Hal ini untuk mencegah pengaruh negatif globalisasi masuk ke sekolah

2.Lingkungan Keluarga
Cara yang baik mencegah masuknya pengaruh negatif globalisasi melalui keluarga adalah meningkatkan peran orang tua. Orang tua hendaknya selalu menekankan rasa tanggung jawab pada anak. Orang tua juga menerapkan aturan yang tegas yang harus ditaati setiap anggota keluarga, namun tanpa mengurangi kasih sayang dan perhatian pada anak.

Di samping itu, orang tua juga harus memberi keteladanan. Orang tua harus menjadi contoh yang patut ditiru anak-anaknya. Dan yang tidak kalah pentingnya, berusaha menciptakan komunikasi yang baik antaranggota keluarga.

Bagi anak, juga harus mengembangkan potensi diri ke arah yang positif. Misalnya aktif mengisi waktu luang dengan membaca, berolah-raga, mengikuti kursus-kursus, dan lain-lain. Penerapan perilaku sopan santun juga harus dilakukan anak. Misalnya menghormati dan mematuhi orang tua, menyayangi saudara, membimbing adik, dan lain-lain.

3.Lingkungan Masyarakat dan Lingkungan Keagamaan
Dalam  mencegah  pengaruh  negatif globalisasi masuk kemasyarakat, peran tokoh masyarakat dan agama sangat diperlukan. Mereka harus mampu menjadi contoh bagi umat atau anggota masyara-katnya. Nasihat atau saran-saran yang diberikan tokoh masyarakat atau agama akan membekas dan mampu memengaruhi pola kehidupan masyarakatnya. Bagi anak sendiri, hendaknya aktif mengikuti dan melaksanakan ajaran agamanya dengan disiplin. Misalnya disiplin beribadah.

4.Lingkungan pemerintah dan negara
Pemerintah merupakan salah satu lembaga yang berwenang mengeluarkan peraturan atau hukum, salah satu di antaranya berusaha mencegah masuknya pengaruh negatif globalisasi. Misalnya peraturan yang melarang merokok di tempat umum, larangan minum-minuman keras, larangan mengkonsumsi narkoba, dan lain-lain. Untuk mewujudkannya, pemerintah dapat melakukannya melalui lembaga peradilan, kepolisian, dan lain-lain.[1]



[1] Sarjan dan Agung Nugroho, Pendidikan kewarganegaraan : bangga menjadi insan pancasila 4 untuk SD/MI/ kelas IV/ editor Maryanto.  Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan nasional, 2008.

Dama'ir


ضَمَا ئِرُ Dama’ir merupakan jamak dari damir ضَمِيْرٌ, yaitu kata ganti. Dalam pembahasan ini akan kita pelajari 6 kata ganti.

١. اَنَا 
Artinya saya; merupakan kata ganti orang pertama tunggal
٢. اَنْتَ
Artinya kamu laki-laki; merupakan kata ganti orang kedua laki-laki tunggal
٣. اَنْتِ
Artinya kamu perempuan; merupakan kata ganti orang kedua perempuan tunggal
٤. هُوَا
Artinya dia laki-laki; merupakan kata ganti orang ketiga laki-laki tunggal
٥. هِيَ
Artinya dia perempuan; merupakan kata ganti orang ketiga perempuan tunggal
٦. نَحْنُ
Artinya kami; merupakan kata ganti orang pertama jamak



Untuk memperjelas kata ganti di atas, bacalah contoh-contoh penggunaan kata tersebut di bawah ini!

اَنَا تِلْمِيْذً
Saya seorang murid
اَنْتَ تِلْمِيْذٌ
Kamu (laki-laki) seorang murid
اَنْتِ تِلْمِيْذَةٌ
Kamu (perempuan) seorang murid
هُوَتِلْمِيْذٌ
Dia (laki-laki) seorang murid
هِيَ تِلْمِيْذَةٌ
Dia (perempuan) seorang murid
نَحْنُ تَلَامِيْذٌ
Kami murid






Monday, 25 March 2013

Perkenalan


اِحْفَظِ الْمُفْرَدَاتِ الْآتِيَةَ
Hafalkan mufradat berikut ini!
اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ
Semoga keselamatan atas kalian! (Sapaan)
وَعَلَيْكُمُ السَّلَامْ
Semoga keselamatan atas kalian (Jawaban)
صَبَاحُ الْخَيْرِ
Selamat pagi! (Sapaan)
صَبَاحُ النُّوْرِ
Selamat pagi! (Jawaban)
مَسَاءُ الْخَيْرِ
Selamat sore! (Sapaan)
مَسَاءُ النُّوْرِ
Selamat sore! (Jawaban)
اَهْلاً وَسَهْلاً
Selamat datang! (Sapaan)
اَهْلاً بِكَ
Selamat datang! (Jawaban)
اِلَى اللِّقَاءِ
Sampai jumpa lagi (Sapaan dan jawaban)
مَا سْمُكَ؟
Siapa namamu?
مَنْ اَنْتَ؟
Siapa kamu?
تَشَرَّفْنَا
Hai
مَنْ
Siapa?
هَلْ
Apakah?
تِلْمِيْذٌ
Murid
صَدِيْقٌ
Teman
مَدْرَسَةٌ
Sekolah
اُسْتَذٌ
Guru
اَبٌ
Bapak
اُمٌ
Ibu

Thursday, 28 February 2013

Isra' Mi'raj yang Menakjubkan

Isra' adalah perjalanan Nabi Muhammad di malam hari dari Masjidil Haram (di kota Mekah) ke Masjidil Aqsa (di kota Palestina). Dalam perjalanan tersebut Nabi Muhammad ditemani oleh Malaikat Jibril.

Perjalanan Hijrah ke Habsyah

Sebelum hijrah ke TAif, umat Islam pernah berhijrah ke HAbsyah. Alasan umat ISlam hijrah ke Habsyah adalah untuk mencari keamanan sebab di Mekah mereka mendapat perlawanan keras dari kaum kafir Quraisy.

Pelaksanaan Salat Idain

Salat idain biasanya dilakukan di masjid maupun lapangan. Salat idul fitri dilaksanakan pada tanggal 1 Syawal. Tepatnya setelah umat Islam menyelesaikan puasa Ramadan selama satu bulan. Sedangkan salat idul adha dilaksanakan pada tanggal 10 Zulhijjah. Setelah salat idul adha biasanya disambung dengan penyembelihan hewan qurban. Selain penyembelihan hewan qurban pelaksanaan idul adha juga berbarengan dengan ibadah haji.

Wednesday, 27 February 2013

Energi Alternatif

Energi Alternatif merupakan energi yang bisa diperbarui. Energi alternatif diciptakan untuk memberikan solusi tentang masalah kekurangan minyak bumi.

Friday, 4 January 2013

Rasulullah Hijrah ke Taif

Selama sembilan tahun setelah diangkat sebagai utusan Allah., Nabi Muhammad s.a.w telah menjalankan dakwah di kalangan kaumnya sendiri di sekitar kota Mekah untuk memimpin dan memperbaiki keadaan hidup mereka. Dalam kurun waktu tersebut hanya sedikit orang yang mau masuk Islam, sementara orang-orang yang menentang dakwah Rasulullah dan memusuhi pemeluk agama Islam sangat banyak. Di antara orang yang mendukung dakwah Rasulullah adalah pamannya sendiri, yaitu Abu Talib.

Setelah kematian Abu Talib, orang kafir Quraisy merasa bebas untuk memusuhi Rasulullah. Di Taif, dataran tinggi kedua terbesar di Hijaz, terdapat Bani Tsafiq suatu golongan yang sangat kuat dan besar pengaruhnya. Nabi Muhammad s.a.w. pergi keTaif dengan harapan ia dapat mempengaruhi kaum Bani Tsafiq untuk masuk Islam, dengan demikian orang Islam mendapat perlindungan dari gangguan suku Quraisy. Rasulullah s.a.w juga bercita-cita hendak menjadikan Taif sebagai markas kegiatan-kegiatan dakwahnya. Setelah RAsulullah tiba di Taif, beliau mengunjungi tiga orang pemuka Bani Tsafiq dan menyampaikan ajaran agama Islam kepada mereka. Namun mereka tidak mau menerima dakwah Rasulullah, bahkan Rasulullah diperlakukan secara kasar. Dengan terus terang mereka mengatakan yang mereka tidak sukaBaginda s.a.w. tinggal ditempat mereka. Baginda s.a.w. berharap yang kedatangan Baginda s.a.w akan disambut dengan sopan santun, diiringi dengan kata-kata yang lemah lembut. Sebaliknya Baginda s.a.w telah dilempari dengan kata-kata yang kasar.

Kata seorang daripada pemuka-pemuka tadi dengan penuh ejekan: "Hoi,benarkah yang Allah s.w.t. telah melantik kamu menjadi PesuruhNya?"Kata seorang lagi sambil ketawa: "Tidak bolehkah Allah memilih manusia selain dari engkau untuk menjadi PesuruhNya?"Yang ketiga pula melempar kata-kata hina yang bunyinya demikian: "Kalau engkau benar-benar seorang Nabi, aku tidak ingin bercakap-cakap dengan engkau kerana perbuatan yang demikian akan mendatangkan bencana kepada diriku.Sebaliknya jika kamu seorang pendusta,tidak guna aku bercakap-cakap dengan engkau."

Dalam menghadapi penentangan yang sebegini hebat, ketabahan dan kecekalan hati yang merupakan sifat-sifat semulajadi Nabi Muhammad s.a.w. tidak menyebabkanBaginda s.a.w. berasa hampa dan gagal barang sedikit jua pun. Selepas meninggalkan  pemuka-pemuka Banu Thafiq tadi, Baginda s.a.w cuba menghampiri rakyat biasa Disini jugaBaginda s.a.w menemui kegagalan. Mereka menyuruh Baginda s.a.w keluar dalam Taif. Apabila Baginda s.a.w menyedari yang usahaBaginda s.a.w tidak mendatangkan hasil yang diingini, Baginda s.a.w pun membuat keputusan hendak menginggalkan kota itu. Tetapi mereka tidak membiarkan Baginda s.a.w keluar dari Taif secara aman. Mereka melepaskan kacang-kacang hantu mereka supaya mengusik,mengejek,mengacau dan melemparinya dengan batu. Pelemparan batu yang dilakukan keatas Baginda s.a.w itu sedemikian rupa hingga badan Baginda s.a.w berdarah akibat luka-luka. Apabila Baginda s.a.w berada agak jauh dari kota Taif, Baginda s.a.w pun berdoa kepada Baginda s.a.w. yang bermaksud:

" Wahai Tuhanku, kepada Engkau aku adukan kelemahan tenagaku dan kekurangan daya-upayaku pada pandangan manusia. Wahai Tuhan yang Maha Rahim kepada sesiapa Engkau menyerahkan daku?Kepada musuh yang akan menerkamkan aku ataukah kepada keluarga yang engkau berikan kepadanya uruskanku, tidak ada keberatan bagiku asal aku tetap dalam keredzaanMu. Dalam pada itu afiatMu lebih luas bagiku. Aku berlindung dengan cahaya mukaMu yang mulia yang menyinari segala langit dan menerangi segala yang gelap dan atasnyalah  teratur segala urusan dunia dan akirat, dari Engkau menimpakan atas diriku kemarahanMu atau dari Engkau turun atasku azabMu kepada Engkaulah aku adukan hal ku sehingga Engkau redza. Tidak ada daya dan upaya melainkan dengan Engkau"

Demikianlah sedihnya doa yang dihadapi kepada Allah s.w.t. oleh Baginda s.a.w sehingga Allah s.w.t. mengutuskan Malaikat Jibrail buat menemui Baginda s.a.w. Setibanya dihadapan Nabi Muhammad s.a.w. diapun memberi salam seraya berkata:" Allah s.w.t.. mengetahui apa yang telah berlaku diantara kamu dan orang-orang ini. Allah s.w.t.telah menyediakan malaikat digunung ganang disini khas untuk menjalankan sebarang perintah kamu."

Sambil berkata demikian Jibrail menghadapkan malaikat itu dimuka Baginda s.a.w Kata Malaikat ini:"Wahai Rasulullah, saya bersiap sedia untuk menjalankan perintah Tuan. Kalau dikehendaki, saya sanggup menyebabkan gunung-gunung disebelah menyebelah kota ini berlanggaran sehingga penduduk-penduduk dikedua-dua belah mati tertindih. Kalau tidak, Tuan cadangkan apa saja hukuman yang selayaknya diterima oleh orang-orang ini."

Mendengar janji-janji Malaikat itu, Nabi Muhammad s.a.w. yang penuh dengan sifat rahim dan belas kasihan pun berkata:"Walaupun orang-orang ini tidak menerima Islam, saya harap dengan kehendak Allah s.w.t., yang anak-anak mereka, pada satu masa nanti, akan menyembah Allah s.w.t.. dan berbakti kepadaNya."

Sekarang perhatikanlah tauladan mulia dan suci murni yang telah dipertunjukkan oleh Baginda s.a.w. Kita semua mengakui yang kita menjadi pengikut-pengikutNya, tetapi dalam urusan hidup kita sehari-sehari,apabila cadangan kita ditolak atau tidak dipersetujui maka kita dengan lekasnya melemparkan maki hamun dan terkadang-kadang bercita-cita hendak membalas dendam terhadap mereka yang tidak bersetuju dengan kita.Sebagai pengikut-pengikutnya kita hendahlah mencontohi Baginda s.a.w. Selepas menerima penghinaa ditangan penduduk-penduduk Kota Taif, Baginda s.a.w hanya berdoa. Baginda s.a.w. tidak memarahi mereka,tidak mengutuk mereka dan tidak mengambil sebarang tindakan balas walaupun diberi kesempatan sebaik-baiknya untuk membuat demikian.

Monday, 8 October 2012

Hubungan Kenampakan Alam dengan Keragaman Sosial Budaya

Apakah pekerjaan masyarakat yang tinggal di daerah pegunungan? Sebagian besar masyarakat yang tinggal di daerah pantai bekerja sebagai petani. Mengapa? Sebab mereka tinggal di daerah yag tanahnya subur. Dari tanah yang subur tersebut kemudian merek bercocok tanam, hasilnya dimanfaatkan sendiri maupun dijual.

Jika kita amati ternyata kenampakan alam berpengaruh terhadap pekerjaan masyarakat yang tinggal di situ. Di daerah pegunungan kebanyakan masyarakatnya bekerja sebagai petani. Mereka memanfaatkan tanah pegunungan yang subur menjadi lahan perkebunan. Bagaimana dengan masyarakat yang tinggal di perkotaan? Masyarakat yang tinggal perkotaan karena tidak ada sawah banyak yang bekerja menjadi pegawai pabrik, berdagang ataupun bekerja di kantor-kantor.

Pekerjaan merupakan salah satu bentuk sosial budaya. Selain berpengaruh terhadap pekerjaan, kenampakan alam juga berpengaruh terhadap bentuk sosial budaya yang lain. Di antaranya adalah sebagai berikut:

1. Adat Istiadat
Adat istiadat merupakan tradisi atau kebiasaan yang dilakukan masyarakat secara turun temurun. Adat istiadat sangat dipengaruhi keadaan alam di mana manusia tinggal. Masyarakat di pedesaan masih
memegang erat adat istiadat seperti hidup bergotong-royong, selamatan dan membuat sesaji. Para petani di pedesaan ada yang membuat sesaji ketika akan menanam bibit padi dan ketika panen. Para nelayan juga mempersembahkan sesaji untuk “dewa laut” ketika akan mencari ikan.

Masyarakat di pedesaan juga memiliki tradisi gotong-royong yang masih kuat. Hubungan antar warga di pedesaan sangat akrab. Mereka bahu membahu melakukan setiap pekerjaan tetangga yang membutuhkan bantuan. Seperti mendirikan rumah, memanen padi, membersihkan lingkungan dan sebagainya. Berbeda dengan masyarakat kota. Hubungan antar warga sangat renggang, bahkan kadang dengan tetangga tidak saling mengenal. Masyarakat di kota ketika akan membangun rumah harus
menyewa orang lain.

2. Peralatan dan Perlengkapan Hidup Manusia
Peralatan dan perlengkapan hidup manusia antara lain berupa pakaian, perumahan, alat-alat rumah tangga, senjata dan alat transportasi. Peralatan dan perlengkapan hidup manusia juga dipengaruhi oleh keadaan alam di mana mereka tinggal. Manusia banyak memanfaatkan apa yang ada di lingkungannya untuk membuat peralatan dan perlengkapan hidup.

a. Pakaian
Manusia banyak memanfaatkan tumbuhan dan hewan di sekitarnya untuk memenuhi kebutuhan sandangnya. Seperti bulu domba, bulu burung, kulit buaya ataupun dedaunan. Pada zaman dahulu
manusia langsung mengenakan bahan-bahan tersebut untuk menutup tubuh. Seiring dengan perkembangan pengetahuan, manusia mengolah terlebih dahulu bahan-bahan alam tersebut menjadi kain. Baru setelah itu dijahit dan dibentuk pakaian. Tidak hanya pakaian, aksesoris lainnya seperti tas, topi ataupun sepatu juga dibuat dari bahan di lingkungan sekitar.

Kondisi alam juga berpengaruh pada ketebalan baju yang dikenakan manusia. Masyarakat yang tinggal di daerah pegunungan, lebih sering mengenakan baju tebal. Sedangkan masyarakat yang tinggal di daerah kota atau pantai yang panas lebih sering menggunakan baju yang tipis
dan mudah menyerap keringat.

b. Rumah
Tak ubahnya seperti pakaian, manusia dalam membuat rumah juga dipengaruhi oleh kondisi alam. Baik dalam hal bentuknya maupun bahan pembuatannya. Bahkan tempat membangun dan arah pintu rumah juga dipengaruhi kondisi alam.[1]

Rumah-rumah di daerah yang jauh dari kota terbuat dari bahan-bahan yang ada di sekitar. Seperti kayu, bambu dan dedaunan untuk atapnya. Di daerah pantai masyarakatnya membuat rumah panggung agar tidak terkena air laut. Di tempat yang banyak binatang buas juga dibangun rumah panggung.

Bentuk atap rumah pun juga demikian. Perhatikan beberapa contoh rumah adat di Indonesia berikut:
Jika kita perhatikan bentuk atap beberapa rumah adat di atas hampir sama. Mirip apakah atap-atap tersebut? Sekilas ada yang mirip tanduk. Namun sebenarnya atap rumah-rumah tersebut mirip dengan perahu yang dibalik. Mengapa mirip perahu? Dahulu masyarakat kita terkenal sebagai pelaut yang ulung. Perahu merupakan bagian paling penting dari kehidupan mereka. Karena itu bentuk perahu diabadikan dalam bentuk atap bangunan khas Indonesia.

Selain dipengaruhi oleh kondisi alam, pembanguan rumah juga dipengaruhi oleh kepercayaan masyarakat. Di Kalimantan Tengah, orang Dayak membangun desa di pinggir aliran sungai. Mereka percaya bahwa air sungai dari hulu membawa rahmat dari Tuhan. Mereka juga percaya bahwa sungai juga dapat menghanyutkan roh-roh jahat ke muara. Di Bali, masyarakatnya membangun rumah atau desa tidak sembarang tempat. Mereka percaya setiap wilayah di bumi ini mempunyai arti tertentu. Ada tempat yang baik untuk didiami, ada juga yang tidak.

c. Alat transportasi
Kondisi alam juga berpengaruh pada alat trasportasi yang digunakan manusia. Daerah-daerah yang belum dibangun jalan raya sulit dijangkau dengan kendaraan seperti di kota. Pesawat pun tidak dapat sembarangan bisa memasuki daerah-daerah seperti ini. Pesawat yang digunakan adalah pesawat khusus yang dinamakan pesawat perintis. Di daerah yang berbukit-bukit, masyarakatnya masih banyak menggunakan kuda sebagai alat transportasi. Seperti di daerah Gunung Bromo, Jawa Timur.

Di Kalimantan yang masih penuh dengan hutan lebat, namun banyak sungai, transportasi utama mereka adalah transportasi air. Mereka menggunakan berbagai jenis perahu dan rakit untuk segala kebutuhan pengangkutan. Ke sekolah, ke kantor pemerintahan atau ke tempat lainnya mereka gunakan perahu. Sungai juga menjadi jalur untuk mengangkut berbagai hasil bumi. Bahkan pasar pun juga dibuat di atas sungai. Pasar seperti ini dikenal dengan sebutan pasar apung

d. Senjata dan alat-alat rumah tangga
Banyak senjata yang digunakan masyarakat dibuat dari bahan yang ada di sekitar mereka. Seperti panah dan tombak. Setelah mengenal logam, masyarakat menempa besi menjadi berbagai macam senjata. Seperti pisau, belati dan pedang. Demikian pula dalam membuat alat-alat rumah tangga.
Banyak yang memanfaatkan bahan yang ada di alam. Seperti tanah liat untuk membuat tempayan dan pot bunga. Kayu dan bambu untuk membuat meja, kursi, almari dan perabot rumah tangga lainnya. Daun-daun pun juga dianyam menjadi tikar dan atap rumah.

e. Makanan
Apa makanan pokok di daerahmu? Di Indonesia sebagian besar penduduknya makan nasi sebagai makanan pokok. Di beberapa tempat seperti di Papua makanan pokok mereka adalah sagu. Sedangkan di Madura, makanan pokok mereka adalah jagung. Makanan, baik makanan pokok maupun yang lainnya tak lepas dari potensi alam yang ada di setiap daerah. Di daerah-daerah pantai misalnya, ikan laut merupakan menu utama masyarakat yang ada di sana.

f. Pengetahuan
Manusia dengan akal yang diberikan oleh Tuhan, belajar banyak hal dari alam. Para nelayan memiliki pengetahuan berlayar, menangkap ikan dan membuat garam. Selain itu mereka juga memiiliki pengetahuan tentang rasi bintang dan menggunakannya sebagai petunjuk arah. Rasi bintang
juga digunakan para petani untuk mengetahui musim dan menentukan tanaman yang cocok.

Petani selain memiliki pengetahuan rasi bintang juga memiliki pengetahuan bercocok tanam dan pengairan. Masyarakat Bali terkenal dengan teknik mengairi sawah yang disebut Subak. Subak merupakan kerja sama membuat saluran air. Dengan cara ini semua petani dapat mengairi sawahnya secara merata. Tidak ada yang merasa dirugikan.

g. Kesenian
Tidak ada manusia yang tidak menyukai keindahan. Kesenian merupakan segala sesuatu yang indah. Manusia mengungkapkan rasa indah dalam dirinya dalam beraneka bentuk kesenian. Seperti tarian, lagu, lukisan ataupun tulisan. Segala bentuk kesenian tersebut tak lepas dari pengaruh kondisi alam yang ada di sekitar manusia. Sebab kesenian merupakan hasil pengolahan akal pikiran, perasaan yang digabungkan dengan apa yang dilihat manusia di alam. Tak jarang kesenian merupakan bentuk rasa takjub manusia pada keindahan alam ciptaan Tuhan.

Di Indonesia hampir setiap daerah memiliki kesenian khas. Sebagai contoh di Aceh terdapat tari Saman dan lagu Bungong Jeumpa. Di Sulawesi terdapat Tari Maengket dan lagu O Ina Nikeke. Di Papua terdapat
Tari Sampari dan lagu Apuse. Ada pula bentuk kesenian lain seperti seni patung yang banyak dijumpai di Bali dan seni membatik yang terdapat di Jawa Tengah. Bila kita amati kesenian-kesenian daerah tersebut menggambarkan sifat dan karakter masyarakatnya.

h. Bahasa
Untuk berhubungan dan berkomunikasi dengan orang lain manusia membutuhkan bahasa. Di Indonesia terdapat ratusan bahasa daerah dengan logat yang berbeda-beda pula. Dahulu sebenarnya nenek moyang bangsa Indonesia adalah sama. Tentunya bahasa yang digunakan juga sama. Kemudian mereka menyebar dan menetap di banyak tempat di Nusantara. Nah, karena terhalang oleh alam seperti gunung, laut dan sungai mereka tidak pernah berhubungan lagi. Maka dalam jangka waktu yang cukup lama terbentuklah suku-suku bangsa dengan bahasa daerah yang berbeda satu sama lain.

Walaupun demikian, karena berasal dari bahasa induk yang sama kadang kita jumpai kata-kata yang sama di beberapa daerah. Misalnya kata budal, mulih, peken di Bahasa Jawa juga terdapat di Bahasa Bali. Adakalanya dijumpai kata yang sama namun artinya berbeda di daerah lain. Seperti kata “bujur” bagi orang Kalimantan berarti lurus atau garis, tetapi bagi orang Sunda  “bujur” artinya pantat. Selain kosakata, pengucapan atau logat di tiap daerah juga berbeda. Hal ini terlihat ketika berbahasa Indonesia. Kata yang sama diucapkan dengan logat yang berbeda-beda oleh orang dari daerah yang berbeda.

i. Sistem kemasyarakatan[2]
Sistem kemasyarakatan meliputi kelompok atau organisasi, hubungan kekerabatan, peraturan-peraturan dan hukum. Masyarakat untuk maksud tertentu biasanya membentuk kelompok-kelompok atau organisasi tertentu. Organisasi tersebut dibentuk sesuai dengan kebutuhan masyarakat atau anggotanya. Misalnya di daerah pedesaan terdapat Koperasi Unit Desa yang mengurus kepentingan dan kebutuhan para petani. Di kampung nelayan terdapat Koperasi Nelayan yang mengurus kepentingan dan kebutuhan para nelayan.

Di dalam masyarakat selain terdapat kelompok atau organisasi juga terdapat peraturan-peraturan atau hukum baik tertulis ataupun tidak. Peraturan ini juga tidak lepas dari pengaruh keadaan alam. Sebagai contoh masyarakat Kampung Naga di Jawa Barat melarang siapapun untuk masuk hutan. Apalagi mengambil tumbuhan atau hewan dari hutan itu. Untuk kebutuhan sehari-hari, masyarakat Kampung Naga membuat hutan buatan, yang mereka sebut Leuweng Pajegan. Itulah sebabnya Kampung Naga,
selalu asri dan sejuk.

Apakah kamu sudah memahami materi di atas dengan baik? Jika sudah, ujilah pemahaman kamu dengan mengerjakan soal Hubungan Kenampakan Alam dan Keragaman Sosial Budaya

[1]Surati, Ilmu Pegetahua Sosial 4, Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional, 2009, hlm. 38
[2]Retno Heny Pujiati dan Umi Yuliati, Cerdas Pengetauan Sosial 4, Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidika Asioal, 2008., hlm. 35