Tuesday, 15 May 2012

Mengenal Indera Pencium

Pernahkah kamu mencium aroma sedap atau bau harum? Saat melewati penjual makanan, sate misalnya, kamu pasti mencium aroma masakan yang sedap. Begitu juga saat kamu melewati taman bunga yang sedang mekar, tentu aroma harum dan wangi akan tercium oleh hidungmu. Tidak terkecuali saat kamu melewati tumpukan sampah yang sudah membusuk, bau tidak sedap akan menyengat ke indra penciumanmu.

Hidung merupakan indra pembau. Dengan adanya hidung, kita bisa mencium bau yang ada di lingkungan sekitar kita. Hidung memiliki bagian-bagian dengan fungsi tertentu.

1. Bagian-bagian Hidung
Hidung terdiri atas dua bagian, yaitu lubang hidung dan rongga hidung. Rongga hidung terbentuk oleh tulang hidung dan tengkorak. Pada rongga hidung terdapat selaput lendir atau membran mukus dan rambut halus yang disebut bulu hidung atau silia. Bulu hidung dan selaput lendir berguna untuk menyaring kotoran yang masuk hidung bersama dengan udara pernapasan. Kotoran tersebut dapat berupa debu, kuman, dan cairan. Pernahkah kamu bersin? Apakah yang menyebabkan bersin? Jikalubang hidung kemasukan suatu kotoran, maka selaput lendir akan terangsang sehingga menimbulkan rasa geli. Oleh karena itu, terjadilah bersin sehingga kotoran akan terbawa keluar. Di rongga hidung bagian atas terdapat sel-sel reseptor atau ujung- ujung saraf pembau. Ujung-ujung saraf pembau ini timbul bersama dengan rambut-rambut halus pada selaput lendir yang berada di dalam rongga hidung bagian atas. Pernahkah kamu sakit flu? Saat menderita flu, dapatkah kamu mencium bau dengan baik? Tentu saja kamu tidak dapat membau dengan baik. Mengapa demikian? Karena selaput hidung yang membengkak dan berlendir menyebabkan indra pembau tertutup oleh lendir. Akibatnya, indra pembau tidak dapat menerima rangsang bau dengan baik. Jika kamu sakit flu, maka apa yang akan kamu lakukan agar hidungmu dapat berfungsi normal kembali?[1]

2. Cara Kerja Hidung
Bagaimana proses hidung membau suatu aroma atau bau? Sebagai benda gas, bau berbaur menjadi satu dengan gas-gas lain di dalam udara. Saat kita menghirup udara pernapasan, bau tersebut ikut masukke dalam hidung. Di rongga hidung, bau akan larut di dalam lendir. Selanjutnya, rangsangan bau akan diterima oleh ujung-ujung saraf
pembau serta diteruskan ke pusat penciuman dan saraf pembau. Oleh otak, rangsang tersebut ditanggapi sehingga kita dapat mencium bau yang masuk hidung.


3. Kelainan pada Hidung
Hidung bisa mengalami kelainan atau terserang suatu penyakit. Berikut ini adalah beberapa kelainan atau penyakit pada hidung.
a. Pilek
Pilek disebabkan oleh virus. Pilek mengakibatkan hidung tidak bisa mencium bau dengan baik. Hal ini karena ujung-ujung saraf pembau terganggu.
b. Polip
Polip adalah penyakit pilek yang berkepanjangan dan menahun. Polip ini disebabkan oleh membengkaknya kelenjar polip.[2]
c. Rhinitis merupakan peradangan pada hidung.
d. Anosmia adalah penyakit ketidakmampuan indra pembau mencium
bau.[3]

4. Cara Memelihara Kesehatan Hidung
Agar tetap berfungsi dengan baik, hidung harus dirawat dan dipelihara. Berikut ini adalah cara merawat hidung.
• Membersihkan hidung dari kotoran setiap hari. Bersihkanlah dengan menggunakan tisu atau kapas yang lembut!
• Memakan makanan bergizi agar memiliki daya tahan tubuh yang kuat.
Daya tahan tubuh yang kuat membuat kita tidak mudah terserang penyakit


[1]Budi Wahyono dan Setya Nurachmandani, Ilmu Pengetahuan Alam 4, Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, 2008
[2]Apriliadan Afifatul Akhyar, Ilmu Pengetahuan Alam 4, Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, 2009
[3]Ikhwan SD dan Wahyudi, Ilmu Pengetahuan Alam 4, Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, 2009

0 komentar:

Post a Comment