Monday, 14 May 2012

Ayo, Belajar Indera Pendengar!

Indera Pendengaran Kita dapat mendengarkan lagu yang indah, dapat mendengar orang lain berbicara sehingga kita berkomunikasi, dan kita juga bisa mendengar suara klakson kendaraan bermotor dijalan raya. Tahukah kamu mengapa manusia dapat mendengar? Manusia dapat mendengar karena memiliki indra pendengaran, tetapi tidak semua suara dapat kita dengar. Telinga kita hanya mampu mendengarkan suara yang berfrekuensi antara 20 – 20.000 getaran per detik (Hertz/Hz). 1. Bagian-bagian Telinga Telinga terbagi menjadi tiga bagian, yaitu telinga bagian luar, tengah, dan dalam. a. Telinga bagian luar Telinga bagian luar terdiri dari daun telinga, lubang telinga, dan saluran telinga luar. Daun telinga berfungsi untuk menangkap bunyi dari lingkungan. Bunyi ini akan masuk melalui lubang telinga. Selanjutnya, bunyi diteruskan ke telinga bagian tengah melalui saluran telinga luar. b. Telinga bagian tengah Telinga bagian tengah terdiri dari gendang telinga, tulang-tulang pendengaran (tulang martil, landasan, sanggurdi), dan saluran eustachius. Setiap bagian telinga tersebut memiliki fungsinya masing-masing. • Gendang telinga berfungsi untuk menerima getaran bunyi yang ditangkap daun telinga. • Tulang-tulang pendengaran berfungsi untuk menghantarkan getaran dari gendang telinga ke telinga bagian dalam. • Saluran eustachius menghubungkan telinga bagian tengah dengan hidung dan tenggorokan. Saluran ini menjaga tekanan udara di dalam rongga telinga dan tekanan udara di luar agar selalu sama. c. Telinga bagian dalam Telinga bagian dalam terdiri dari tiga saluran setengah lingkaran, rumah siput, dan saraf-saraf pendengaran. Telinga bagian dalam memiliki fungsi sebagai berikut. • Tiga saluran setengah lingkaran berfungsi sebagai alat keseimbangan tubuh. • Di dalam rumah siput terdapat cairan dan rambut-rambut halus. Rambut- rambut halus akan menyampaikan getaran ke ujung-ujung saraf pendengaran. • Saraf-saraf pendengaran berfungsi menyampaikan bunyi ke pusat saraf (otak). Bagaimana prosesnya sehingga kita dapat mendengar? Suara yang berasal dari luar masuk ke telinga melalui udara. Suara tersebut ditangkap oleh gendang telinga. Akibatnya, gendang telinga bergetar. Getaran ini lalu diteruskan oleh tulang-tulang pendengar ke telinga bagian dalam, tepatnya di ujung saraf. Oleh saraf, getaran tersebut disampaikan ke otak agar diolah sehingga kita dapat mendengar. Selain sebagai indra pendengar, telinga juga berfungsi sebagai alat keseimbangan tubuh. Bunyi atau suara yang sangat keras dapat memecahkan gendang telinga. Mengapa demikian? Karena gendang telinga hanyalah selaput tipis yang mudah pecah atau robek. Tindakan apa yang dapat kamu lakukan ketika mendengar suara yang keras seperti suara petir? 3. Kelainan pada Telinga Telinga harus dirawat dan dijaga kebersihannya. Jika tidak dijaga, maka akan menimbulkan berbagai kelainan dan penyakit. a. Tuli Tuli berarti tidak dapat mendengar. Tuli dapat dialami sejak lahir atau setelah dewasa. Ada 2 macam tuli, yaitu tuli konduksi dan saraf. a) Tuli konduksi Penyakit ini terjadi karena gangguan penghantaran suara. Hal ini terjadi di bagian telinga luar dan tengah. Penyebab tuli konduksi, yaitu: – penebalan atau pecahnya gendang telinga – penyumbatan saluran telinga tengah oleh minyak serumen atau benda – pengapuran pada tulang-tulang pendengaran b) Tuli saraf Penyakit ini disebabkan oleh kerusakan lintasan saraf. Penyakit tuli ini, biasanya tidak dapat disembuhkan. Akan tetapi, dapat ditolong dengan alat bantu dengar. b. Otitis media Otitis media atau congek, yaitu infeksi pada telinga bagian tengah yang disebabkan adanya infeksi bakteri ke dalam telinga. Infeksi ini menyebabkan telinga bernanah dan berbau busuk. Orang yang menderita penyakit ini biasanya tidak menjaga kebersihan telinga. c. Otosklerosis, yaitu tumbuhnya tulang pendengaran yang berlebihan sehingga penghantaran suara terganggu. 4. Memelihara Kesehatan Telinga Telinga harus dipelihara kesehatannya agar dapat berfungsi dengan baik. Berikut ini adalah cara merawat kesehatan telinga. 1) Tidak mendengarkan suara terlalu keras. 2) Membersihkan telinga secara teratur dengan benda yang halus supaya tidak melukai telinga, misalnya dengan cotton bud. 3) Jika ada gangguan pendengaran segera ke dokter THT. 4) Jangan masukkan benda ke dalam telinga, misalnya beras, air, kacang hijau, dan sebagainya.

0 komentar:

Post a Comment